-
Dalam tulisan kali ini saya ingin share tentang suatu hal yang sering menjadi kelemahan bagi seorang Customer Service atau petugas layanan garis depan dalam melayani pelanggan yaitu penguasaan product knowledge -
Berbicara dengan teman kerja kerja yang wawasannya luas emang asyik. Kita bisa ngobrolin apa aja sekaligus bisa bertanya hal-hal yang nggak kita tahu. Tapi gimana kalau bicara dengan teman kerja yang sok tahu? Biasanya orang yang sok tahu gemar sekali berbicara -
Penampilan adalah hal penting yang seharusnya menjadi perhatian banyak orang, terutama para marketing. Mungkin Anda bertanya, mengapa hal ini dikatakan sebagai salah bagian yang terpenting didalam kehidupan dunia marketing? -
Salah satu cara untuk mengasah interpersonal skill Anda adalah dengan memperbanyak bertemu dengan orang-orang baru. Hal ini karena interpersonal skill yang terasah membutuhkan suatu proses dan waktu yang panjang. sehingga harus selalu dilatih -
Kita mungkin sering makan daging sapi, namun pada waktu kita ingin membuat hidangan daging di rumah, seringkali bingung sendiri ketika belanja di pasar atau di swalayan. Babak pertama pemilihan daging sudah lolos ketika kita melihat bahwa daging masih terlihat segar, dengan warna merah yang bagus, tidak ada bau yang menyengat, dan potongan-potongan yang serupa terlihat rapih dan seragam
Tampilkan postingan dengan label Marketing (Knowledge). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marketing (Knowledge). Tampilkan semua postingan
Bagimana membangun sales team yang solid?
1. Sadar bahwa ada salam satu team. Sebagai anggota team maka harus menyadari bahwa tidak berjalan sendiri tapi ada anggota yang lain, semua anggota team harus mempunyai komitmen untuk bekerjasama untuk mencapai hasil yang sebaik-baiknya.
2. Bersedia untuk berbagi. Sebagai anggota team harus dapat berbagi dengan anggota yang lainnya. Baik dalam hal ide, saran ataupun pengetahuan. Tidak dapat hanya menyimpan sendiri, sebab pekerjaan dalam team adalah pekerjaan yang dilakukan bersama-sama.
3. Memiliki tujuan yang jelas. Dalam sebuah team ada pemimpin dan anggota-anggota. Pemimpin harus dapat mengarahkan teamnya pada satu tujuan yang jelas. Apa yang mau dicapai, mau kemana arah dan tujuan dan pembagian tugas yang jelas. Agar tercapai satu kesatuan maka pemimpin juga harus dapat menerima masukan dari anggota yang lain, begitu juga sebaliknya anggota harus menghargai pemimpinnya.
Pepatah mengatakan “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” yang mengambarkan jika satu team bersatu maka tujuan akan mudah dicapai tetapi jika berjalan sendiri-sendiri maka akan lebih sulit dalam mencapai tujuan.
Bila teamwork tidak berjalan dengan baik, maka sulit untuk mencapi hasil yang maksimal. Jika satu saja anggota team yang menjadi penghambat maka system yang ada akan terhambut juga. Dan tujuan yang semula akan dicapai akan jadi terhambat juga. Dan kemungkinan akan gagal sama sekali
Beberapa penghambat dalam membangun sales team yang solid:
1. Sikap egois. Merasa bahwa dirinya paling benar dan tidak dapat menerima pendapat orang lain. Padahal manusia merupakan mahluk sosial dimana satu dengan yang lainnya saling membutuhkan. Orang yang demikian lama-kelamaan dapat dikucilkan.
2. Tak kenal maka tak sayang. Sesama anggota yang kurang saling mengenal dapat juga menjadi penghambat, sebab ada kemungkinan satu dengan yang lain memiliki rasa sungkan. Atau hubungan yang tidak harmonis, merasa tidak cocok dengan anggota yang lain, maka dapat menjadi penghambat. Sebab itu dibutuhkan untuk dapat membuka diri bagi yang lainnya.
3. Tidak mau meleburkan diri secara total dalam satu team. Hanya mau mencoba-coba atau bekerjasama dengan orang-orang tertentu.
Sales team yang solid harus dibentuk dan dibangun melalui berbagai macam proses. Dimana ada proses satu dengan yang lain saling mengenal, ada tahap konflik dan perbedaan pendapat, juga melalui proses saling memahami dan penyesuaian pribadi maka terbentuklah satu teamwork yang solid.
Penampilan adalah hal penting yang seharusnya menjadi perhatian banyak orang, terutama para marketing. Mungkin Anda bertanya, mengapa hal ini dikatakan sebagai salah bagian yang terpenting didalam kehidupan dunia marketing? Nah, jawabannya sederhana saja. yaitu Penampilan yang rapi dapat memberikan efek positif ketika kita melakukan kegiatan marketing, yaitu dapat menghidupkan situasi dan mengubah pandangan orang menjadi positif terhadap produk atau jasa yang kita pasarkan.Namun kadangkala penampilan tidak menjadi hal yang diperhatikan atau diprioritaskan para marketing, apalagi ditengah kesibukan dan aktivitasnya yang padat. Sebenarnya, penampilan merupakan hal yang penting karena hal tersebut menyangkut kesan pertama calon pelanggan terhadap produk atau jasa yang kita pasarkan.
Hubungan antara penampilan dengan kesan pertama calon pelanggan sangat diperlukan dikarenakan :
- Penampilan yang menarik dapat merubah image seseorang menjadi lebih baik, sehingga menarik perhatian orang lain/ calon klien kita terhadap product/ jasa yang kita tawarkan
- Penampilan yang menarik juga dapat membantu kita sebagai salesperson menjadi lebih percaya diri atau bisa dikatakan menjadi lebih bersemangat bahkan memiliki ide-ide terhadap produk, jasa atau layanan yang kita pasarkan.
- Penampilan yang menarik juga dapat membuat kondisi yang ada menjadi lebih hidup dari biasanya.
Namun, penampilan yang rapi juga harus memenuhi beberapa ketentuan yang disarankan. Ketentuan tersebut antara lain :
- Dandanan seperti make up dengan warna yang harus disesuaikan sehingga tidak terlalu mencolok dan terlihat norak bagi para wanita.
- Untuk kaum pria disarankan agar wajah terlihat segar, rapi, dan berbusana yang pantas dan rapi.
- Tatanan rambut baik pria dan wanita harus selalu rapi dan disesuaikan dengan kondisi yang ada.
- Cara berpakaian harus rapi, pantang untuk memakai jas atau kemeja yang kebesaran, dan pastikan baju Anda tidak lusuh dan warna serta modelnya tidak jadul atau terlalu norak.
- Baik pria maupun wanita disarankan untuk memakai parfum supaya memberi kesegaran bagi kita sendiri atau calon klien di tempat kita berada.
- Hindari saltum (salah kostum) di tempat dimana kita melakukan tindakan pemasaran.
Penampilan merupakan hal yang penting karena itu dapat membantu kita dalam melakukan kegiatan marketing. Jadi, jangan lupakan penampilan yang rapi di dalam kegiatan atau aktivitas Anda sebagai seorang salesperson.
Chef Online - Krisis perekonomian dan resesi global mengakibatkan banyak perusahaan-perusahaan raksasa harus ambruk dan gulung tikar. Sementara itu, bagi usaha kecil, krisis ini bisa menjadi ancaman sekaligus peluang. Bagaimana bisa begitu? Dan bagaimana usaha kecil bisa mengubah ancaman menjadi peluang di tengah krisis?Hari demi hari berjalan, dan berita buruk mengenai perekonomian terus mendera. Satu demi persatu korban berjatuhan, baik yang bangkrut hingga mengalami kondisi nyaris bangkrut. Mulai dari Bear Stearns, Lehman Brothers, AIG, General Motors hingga Circuit City dan sejumlah nama lainnya, kebesaran mereka tidak menjanjikan akan kesuksesan yang going concern.
Dalam kondisi perekonomian yang serba sulit ini, maka besarnya skala operasional yang dimiliki perusahaan besar justru menjadi momok bagi mereka. Konsumen yang memangkas pengeluaran mengakibatkan perusahaan mengalami kehilangan penjualan yang besar. Di pihak lain, perusahaan harus tetap membiayai operasional harian yang punya skala besar. Arus kas masuk tidak sebanding dengan yang keluar. Sehingga, kejatuhan tidak bisa dihindari lagi.
Sementara itu, bagi usaha kecil, kondisinya tentu juga semakin sulit di tengah perekonomian seperti ini. Namun, bukan berarti usaha kecil tidak bisa mengubah ancaman menjadi peluang di tengah krisis global ini. Berikut ini adalah beberapa guideline singkat bagi usaha kecil:
Keep Lean
Pertama, usaha kecil harus memastikan bahwa organisasinya cukup lean atau ramping. Artinya, perusahaan tidak memanfaatkan terlalu banyak sumber daya.Sumber daya yang saat ini ada sebaiknya dimanfaatkan dulu sebaik mungkin.
Misalnya perusahaan tergoda untuk melakukan ekspansi, yang tentunya akan memperluas skala operasi. Hal ini perlu dipertimbangkan secara masak-masak, karena tentunya ini akan membutuhkan sumber daya yang semakin besar. Begitu pula dengan SDM, sebaiknya dibiarkan ramping. Spesialisasi tidak masalah, namun sebaiknya potensi tiap orang dimaksimalkan terlebih dulu, sehingga menekan biaya.
Keep Differentiation
Meskipun bisnis Anda cuma usaha kecil, namun bukan berarti diferensiasi bisa Anda tinggalkan. Justru diferensiasilah yang menjadi kekuatan Anda dibandingkan dengan pesaing besar. Misalnya, Anda bisa mengamati kekuatan dan kelemahan dari bisnis pesaing, kemudian sasar titik kelemahan pesaing.
Contohnya adalah bisnis makanan. Kita bisa melihat bahwa saat ini warung-warung tenda tidak kalah suksesnya dibandingkan dengan restoran besar. Bahkan dalam beberapa segi mungkin mereka menang, misalnya rasa dan harga. Jika Anda bisa menciptakan makanan dengan cita rasa yang berbeda, itupun sudah menjadi diferensiasi.
Keep Marketing + Service
Seringkali masalah utama dari usaha kecil adalah dari segi pemasaran. Namun, di era sekarang ini, bahkan aktivitas pemasaran tidak membutuhkan harga mahal. Anda bisa melakukan promosi melalui internet, yang biayanya lebih murah, hingga menyebarkan informasi melalui milis, forum, ataupun situs social networking. Sehingga, tidak ada alasan untuk tidak melakukan pemasaran.
Dan yang terpenting, jaga selalu pelayanan Anda dengan baik. Karena pelanggan yang puas, cenderung untuk melakukan word-of-mouth ataupun memberi rekomendasi kepada temannya, yang tentunya ini bermanfaat sebagai aktivitas pemasaran bagi bisnis Anda.
(Chef Online – Strategic) – Analisa SWOT adalah suatu analisa mendalam mengenai suatu bisnis baik sumber daya yang dimilikinya maupun lingkungannya. SWOT Analysis adalah suatu proses yang penting dan merupakan tahap yang harus dilakukan dalam proses manajemen stratejik.Dengan melaksanakan suatu analisa SWOT, maka Anda dapat mengidentifikasi aktivitas mana saja yang merupakan keunggulan Anda. Kemudian Anda juga dapat mengetahui peluang-peluang apa saja yang Anda miliki dalam bisnis. Selain itu, dengan mengenali kelemahan dan threat, Anda dapat melakukan perbaikan yang diperlukan bagi bisnis Anda.
Pertama, kenali strength yang Anda miliki. Strength asalnya bisa dari mana saja. Mulai dari produk, pelanggan, proses, lokasi, pemasaran, distribusi, SDM, apapun. Hal-hal apa saja yang dapat dilakukan dengan baik oleh bisnis Anda relatif dibandingkan dengan kompetitor. Namun, Anda harus membuat daftar strength ini dengan jujur dan realistis, tidak mengada-ada. Misalnya, Indofood yang memiliki strength dalam distribusi. Dibandingkan dengan kompetitornya, Indofood jelas lebih unggul. Hingga ke ujung Papua pun, Anda tentu masih dapat menemukan Indomie, bukan?
Kemudian, mengakui Weakness Anda. Memang sulit untuk mengakui kelemahan yang dimiliki oleh bisnis Anda. Namun dalam analisa SWOT, kita harus berlaku obyektif. Coba cari aspek mana yang kurang dari bisnis Anda. Apakah produk Anda kualitasnya sudah baik? Apakah pelanggan puas terhadap produk Anda? Apakah kinerja karyawan sudah baik? Apakah operasi perusahaan sudah efisien? Pada intinya dalam mendaftar weakness, Anda juga harus jujur. Minta pendapat juga dari orang lain untuk mendapatkan perspektif yang berbeda.
Selanjutnya, analisa opportunities dan threats. Umumnya, analisa ini menggunakan Porter’s Five Forces atau PEST Analysis. Opportunities baru bisa saja muncul, misalnya ketika ada teknologi baru. Atau misalnya ada perubahan trend yang dapat menciptakan pasar baru, sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan dari sana.
Lalu dalam melakukan analisa threat, Anda harus mempertimbangkan kemungkinan terburuk. Supaya ketika threat tersebut benar-benar terjadi, maka Anda telah memiliki rencana untuk mengatasinya. Misalnya: kemungkinan produk baru tidak diterima oleh pasar.
Kemudian, setelah melakukan analisa SWOT, maka saatnya untuk mempelajari informasi yang telah dikumpulkan. Untuk ke depannya, Anda dapat berusaha untuk meningkatkan strength dan mengurangi weakness. Gunakan strength yang Anda miliki untuk mengambil opportunities yang ada dengan strategi yang tepat. Dengan begitu, maka Anda dapat meraih sukses dalam persaingan di pasar.
Pertama, kenali strength yang Anda miliki. Strength asalnya bisa dari mana saja. Mulai dari produk, pelanggan, proses, lokasi, pemasaran, distribusi, SDM, apapun. Hal-hal apa saja yang dapat dilakukan dengan baik oleh bisnis Anda relatif dibandingkan dengan kompetitor. Namun, Anda harus membuat daftar strength ini dengan jujur dan realistis, tidak mengada-ada. Misalnya, Indofood yang memiliki strength dalam distribusi. Dibandingkan dengan kompetitornya, Indofood jelas lebih unggul. Hingga ke ujung Papua pun, Anda tentu masih dapat menemukan Indomie, bukan?
Kemudian, mengakui Weakness Anda. Memang sulit untuk mengakui kelemahan yang dimiliki oleh bisnis Anda. Namun dalam analisa SWOT, kita harus berlaku obyektif. Coba cari aspek mana yang kurang dari bisnis Anda. Apakah produk Anda kualitasnya sudah baik? Apakah pelanggan puas terhadap produk Anda? Apakah kinerja karyawan sudah baik? Apakah operasi perusahaan sudah efisien? Pada intinya dalam mendaftar weakness, Anda juga harus jujur. Minta pendapat juga dari orang lain untuk mendapatkan perspektif yang berbeda.
Selanjutnya, analisa opportunities dan threats. Umumnya, analisa ini menggunakan Porter’s Five Forces atau PEST Analysis. Opportunities baru bisa saja muncul, misalnya ketika ada teknologi baru. Atau misalnya ada perubahan trend yang dapat menciptakan pasar baru, sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan dari sana.
Lalu dalam melakukan analisa threat, Anda harus mempertimbangkan kemungkinan terburuk. Supaya ketika threat tersebut benar-benar terjadi, maka Anda telah memiliki rencana untuk mengatasinya. Misalnya: kemungkinan produk baru tidak diterima oleh pasar.
Kemudian, setelah melakukan analisa SWOT, maka saatnya untuk mempelajari informasi yang telah dikumpulkan. Untuk ke depannya, Anda dapat berusaha untuk meningkatkan strength dan mengurangi weakness. Gunakan strength yang Anda miliki untuk mengambil opportunities yang ada dengan strategi yang tepat. Dengan begitu, maka Anda dapat meraih sukses dalam persaingan di pasar.
(Chef online - Marketing) Prospecting adalah salah satu aktivitas yang terpenting dalam proses Sales. Sudahkah Anda melakukan prospecting dengan tepat selama ini? Berikut ini adalah beberapa tips dalam melakukan prospecting.Target
Buat target-target prospek yang Anda incar, dan prioritaskan mereka yang paling berpotensi untuk membeli produk/layanan Anda. Pilihlah prospek-prospek yang memenuhi kualifikasi, karena seringkali prospek mungkin tidak tertarik ataupun kondisi finansialnya tidak memungkinkan untuk membeli produk/layanan Anda. Oleh karena itu, jangan habiskan waktu Anda untuk prospek seperti itu, dan ingat selalu prioritas Anda.
Minta Referral
Meminta referral adalah hal yang penting, karena mengarahkan Anda pada potensi penjualan baru. Namun ada golden rule dalam meminta referral, yakni timing. Anda perlu timing yang tepat sebelum bisa meminta referral kepada prospek Anda. Riset menunjukkan bahwa waktu yang paling efektif untuk meminta referral adalah sesaat setelah Anda berhasil melakukan penjualan ataupun setelah Anda berhasil memberikan suatu pelayanan yang berharga kepada pelanggan. Jangan pernah mencoba untuk meminta referral sebelum Anda berhasil menutup penjualan, karena dapat merusak proses penjualan Anda sendiri.
Timing
Tentunya Anda punya daftar prospek yang panjang, dan tidak semua membeli dari Anda ketika pertama kali Anda menghubungi mereka. Oleh karena itu, Anda bisa mencoba untuk menghubungi setiap nama yang ada pada daftar prospek Anda setiap 2 atau 3 minggu. Mungkin saja ketika pertama Anda menghubungi mereka belum siap, dan setelah beberapa kali baru mereka bersedia untuk membeli.
Luangkan waktu Anda beberapa jam dalam sehari untuk menghubungi prospek, dan pilih waktu yang tepat dalam menghubungi mereka. Jangan hubungi pada jam-jam sibuk, karena tentunya mereka tidak ingin diganggu.
Menangani Penolakan dengan Baik
Penolakan dalam sales adalah hal biasa, jadi jangan terlalu diambil serius. Manfaatkan penolakan sebagai peluang untuk mendapatkan feedback dari prospek. Seandainya prospek menolak, tanya alasannya, sehingga Anda bisa melakukan evaluasi.
Kadang ada salesperson yang terus menekan meskipun prospek sudah mengatakan tidak tertarik. Ini adalah langkah yang salah. Jika prospek menyatakan tidak tertarik, maka sudahi saja percakapan Anda, dan katakan terima kasih. Jika Anda tetap memaksa, maka itu sudah masuk kategori mengganggu prospek.
Script
Ketika menghubungi prospek, tentunya Anda berpatokan pada script. Namun, jika hanya berpatokan pada script saja, tentunya ucapan Anda akan kaku. Maka, sebaiknya latih terus script Anda supaya lancar dan seolah-olah Anda tidak menggunakan script tertentu. Sehingga percakapan akan terbina dengan lancar dan menyenangkan.
Langganan:
Postingan (Atom)
RSS Feed
Twitter











