Tampilkan postingan dengan label Marketing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marketing. Tampilkan semua postingan
Jika sebuah perusahaan mempunyai sales team yang solid, maka akan menjadi salah satu keutungan bagi perusahaan. Tetapi banyak hal yang perlu diperhatikan untuk membangun sales team yang solid. Secara pribadi Anda dapat memperoleh banyak pengetahuan dan pengalaman dari rekan yang lain sesama team. Sebagai anggota Anda juga dapat memberi ide atau saran sebagai bukti partisipasi Anda dan bersama-sama mendiskusikannya dalam team. Bagi perusahaan dapat meningkatkan penjualan. Tidak mempunyai sales team yang solid dapat menjadi penghambat, karena setiap orang akan berjalan sendiri-sendiri dan kepentingan sendiri akan menjadi motif utama.

Bagimana membangun sales team yang solid?
1. Sadar bahwa ada salam satu team. Sebagai anggota team maka harus menyadari bahwa tidak berjalan sendiri tapi ada anggota yang lain, semua anggota team harus mempunyai komitmen untuk bekerjasama untuk mencapai hasil yang sebaik-baiknya.

2. Bersedia untuk berbagi. Sebagai anggota team harus dapat berbagi dengan anggota yang lainnya. Baik dalam hal ide, saran ataupun pengetahuan. Tidak dapat hanya menyimpan sendiri, sebab pekerjaan dalam team adalah pekerjaan yang dilakukan bersama-sama.

3. Memiliki tujuan yang jelas. Dalam sebuah team ada pemimpin dan anggota-anggota. Pemimpin harus dapat mengarahkan teamnya pada satu tujuan yang jelas. Apa yang mau dicapai, mau kemana arah dan tujuan dan pembagian tugas yang jelas. Agar tercapai satu kesatuan maka pemimpin juga harus dapat menerima masukan dari anggota yang lain, begitu juga sebaliknya anggota harus menghargai pemimpinnya.

Pepatah mengatakan “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” yang mengambarkan jika satu team bersatu maka tujuan akan mudah dicapai tetapi jika berjalan sendiri-sendiri maka akan lebih sulit dalam mencapai tujuan.

Bila teamwork tidak berjalan dengan baik, maka sulit untuk mencapi hasil yang maksimal. Jika satu saja anggota team yang menjadi penghambat maka system yang ada akan terhambut juga. Dan tujuan yang semula akan dicapai akan jadi terhambat juga. Dan kemungkinan akan gagal sama sekali

Beberapa penghambat dalam membangun sales team yang solid:
1. Sikap egois. Merasa bahwa dirinya paling benar dan tidak dapat menerima pendapat orang lain. Padahal manusia merupakan mahluk sosial dimana satu dengan yang lainnya saling membutuhkan. Orang yang demikian lama-kelamaan dapat dikucilkan.

2. Tak kenal maka tak sayang. Sesama anggota yang kurang saling mengenal dapat juga menjadi penghambat, sebab ada kemungkinan satu dengan yang lain memiliki rasa sungkan. Atau hubungan yang tidak harmonis, merasa tidak cocok dengan anggota yang lain, maka dapat menjadi penghambat. Sebab itu dibutuhkan untuk dapat membuka diri bagi yang lainnya.

3. Tidak mau meleburkan diri secara total dalam satu team. Hanya mau mencoba-coba atau bekerjasama dengan orang-orang tertentu.
Sales team yang solid harus dibentuk dan dibangun melalui berbagai macam proses. Dimana ada proses satu dengan yang lain saling mengenal, ada tahap konflik dan perbedaan pendapat, juga melalui proses saling memahami dan penyesuaian pribadi maka terbentuklah satu teamwork yang solid.
»»  Baca Selanjutnya...
(Chef Online - Management Service) Pelayanan bintang lima merupakan pelayanan yang nomor satu dan terbaik. Pelayanan bintang lima mencerminkan suatu kesempurnaan. Disini, pelanggan tidak hanya sekedar puas, melainkan sangat puas sekali. Bagaimana aspek-aspek penting dalam suatu pelayanan bintang lima?

Mentalitas Excellence
Pelayanan bintang lima hanya bisa hadir jika terdapat mentalitas excellence dalam diri setiap karyawan yang bekerja. Seperti apa mentalitas excellence ini? Ini merupakan suatu cara kerja yang tidak memberi toleransi terhadap ketidaksempurnaan. Tidak ada yang boleh hanya sekedar bagus, rata-rata atau malah buruk, semuanya harus sempurna

Mentalitas ini harus dimiliki oleh setiap karyawan, tidak bisa hanya segelintir saja. Mulai dari karyawan level bawah, hingga level atas, kapanpun, dimanapun, harus menunjukkan pelayanan yang excellent. Mindset ini harus ditanamkan sejak awal karyawan bekerja, misalnya mulai dari training, hingga coaching, dan juga dalam keseharian karyawan. Dengan demikian, mentalitas ini dapat terpatri dalam diri setiap karyawan.

Selalu Mencari Cara Untuk Meningkatkan Excellence
Perbedaan lainnya dari pelayanan bintang lima adalah, mereka tidak hanya puas dengan kesempurnaan saja. Meskipun sudah sempurna, namun mereka selalu berusaha mencari cara untuk meningkatkan tingkat excellence tersebut. Sebisa mungkin, mereka selalu berusaha untuk mendorong pelanggan berseru `wow` ketika memperoleh pelayanan.

Jika ada kesalahan, maka langsung akan dikaji dan diperbaiki. Kesalahan tersebut akan diperbaiki, dan recovery dapat memulihkan pelanggan bahkan hingga berbalik puas. Bahkan, mereka akan selalu berusaha untuk meningkatkan kesempurnaan yang sudah ada. Jadi, standar excellence yang dimiliki makin lama akan semakin meningkat.

Dukungan Penuh Pemimpin
Supaya dapat menciptakan pelayanan bintang lima, maka ini harus didukung penuh oleh pemimpin. Pemimpin harus jadi suri tauladan utama yang menampilkan suatu mentalitas excellence. Pemimpin harus terus berfocus pada excellence yang ingin diciptakannya. Dorong supaya tiap orang dapat memberikan pelayanan sempurna.

Pemimpin harus bisa menstimulasi karyawan untuk memberikan layanan yang sempurna. Misalnya, dengan memberikan contoh-contoh pengalaman yang mencerminkan kesempurnaan di masa lalu, disertai motivasi kepada anak buah. Dengan demikian, pemimpin menyampaikan level kesempurnaan yang diinginkannya, sekaligus membangkitkan antusiasme dari anak buah. Sehingga, dengan demikian maka anak buah selalu tergerak untuk menciptakan layanan yang sempurna.

Reward Untuk Excellence
Satu lagi, untuk menciptakan excellence maka dibutuhkan kerjasama dari setiap orang. Oleh karena itu, maka harus diciptakan suatu sistem yang dapat menstimulasi excellence. Tidak bisa tidak, maka sistem reward harus diberlakukan.

Berikan reward untuk mereka yang paling berhasil menciptakan excellence dan pengalaman pelanggan yang terbaik. Namun, jangan lupa untuk memberikan reward pula bagi setiap orang yang sudah berkontribusi dengan baik. Intinya, penghargaan kepada karyawan ini diharapkan dapat menstimulasi serangkaian excellence yang lainnya.

»»  Baca Selanjutnya...
(Managementfile - Sales & Marketing) - One-to-One Marketing saat ini mulai marak dilakukan oleh para marketer. Apa sebenarnya one to one marketing itu? Apa saja jenisnya? Dan bagaimana keunggulan dan kelemahannya masing-masing?

One-to-One Marketing adalah teknik memasarkan produk dengan cara memberikan produk dan jasa kepada pelanggan sesuai dengan hasil identifikasi terhadap kebutuhan dan preferensi mereka masing-masing. Teknik ini menyadari konsep customer lifetime value, dimana pelanggan yang loyal dan melakukan pembelian berulang akan memberikan nilai yang besar terhadap perusahaan. Supaya pelanggan melakukan pembelian berulang, maka kuncinya adalah dengan one-to-one marketing, memenuhi kebutuhannya secara spesifik.

One-to-one marketing terdiri dari 2 jenis, yakni Personalization dan customization.

Personalization
Personalization terjadi ketika perusahaan mengambil keputusan marketing mix yang sesuai, berdasarkan dengan kumpulan data pelanggan yang telah diperoleh.

Personalization mempunyai beberapa keunggulan, antara lain kepuasan pelanggan yang lebih tinggi dan laba yang juga lebih tinggi. Kepuasan diharapkan akan meningkat, karena perusahaan melakukan marketing mix yang relevan dengan data pelanggan.

Hanya saja, personalization juga memiliki beberapa kelemahan. Pertama, adalah kekhawatiran menyerang privasi orang. personalization adalah mengumpulkan data dan memanfaatkan data yang diperoleh. Kedua, personalization ini cukup mahal, karena membutuhkan data dan software yang mahal untuk melakukannya karena tergantung pada keakuratan personalization itu sendiri. Misalnya, apakah Amazon merekomendasikan buku tertentu kepada orang yang tepat? Tentunya ini sulit untuk dipastikan dan membutuhkan survey tersendiri.

Contoh personalization antara lain adalah:
● Rekomendasi buku dan musik yang sesuai dengan profil pribadi
pelanggan dari Amazon.com.

● e-Bay yang dapat melihat tren penggunaan user dan sejarah pencarian
yang dilakukannya, sehingga system dapat mengeluarkan link yang
relevan dengan sejarah pencarian user.

● Search engine seperti Google atau AltaVista menganalisa jenis
pencarian yang dilakukan oleh user. Sehingga, ketika user mencari
topic yang serupa, search engine dapat merespon secara lebih cepat.

Customization
Customization adalah ketika pelanggan secara proaktif memilih satu elemen marketing mix atau lebih bagi mereka. Jadi, perbedannya dengan personalization adalah, disini pelanggan yang lebih berperan banyak untuk memilih.

Jika Amazon merupakan contoh yang terbaik untuk praktik personalization, maka untuk customization, Dell adalah yang memegang peran utama dalam industri computer. Dell memungkinkan user untuk memesan komputer secara custom-made atau sesuai pesanan. customization adalah yang menjadikan Dell sebagai salah satu pemain utama di industri PC.

Manfaat utama yang diperoleh dari customization adalah kepuasan pelanggan yang lebih besar. Mengapa? Karena pada customization, order dibuat sesuai dengan keinginan pelanggan. Sehingga, ketika pelanggan memperoleh hasil pesanan yang sesuai dengan keinginan dan ekspektasinya, maka mereka akan puas.

Salah satu keunggulan potensial yang ditawarkan oleh customization adalah memberikan diferensiasi produk tersendiri. Pada beberapa industri yang tingkat persaingannya tinggi, misalnya restoran, perbankan, apparel, hingga computer, diferensiasi produk sulit untuk dicapai. Melalui customization, maka suatu produk akan memiliki diferensiasi produk tersendiri yang unik. Dell, misalnya, merajai bisnis PC karena keunggulan mereka dalam custom-made.

Namun, customization juga memiliki kelemahan, yakni pada biaya. Tentunya customization memicu biaya yang lebih besar. Sepatu Adidas yang customized, misalnya, biayanya 30 persen lebih tinggi dibandingkan dengan yang standar.

Demikian adalah perbedaan antara personalization dan customization. Mana yang Anda pilih? Terlebih dahulu pertimbangkan keunggulan dan kelemahannya masing-masing, lalu pikirkan dampaknya terhadap bisnis Anda secara seksama.
»»  Baca Selanjutnya...
(Managementfile - Sales & Marketing) - Customer touch point merupakan perangkat yang sangat penting dalam melakukan branding. Bagaimana peran penting touch point, dan bagaimana Anda dapat mengoptimalkan touch point sebagai alat branding?

Touch point merupakan setiap saat pelanggan melakukan kontak dengan brand Anda, baik itu hanya menyentuh maupun terhubung dengan apapun yang berkaitan dengan brand. Sehingga, touch point ini sifatnya sangat luas, mulai dari menggunakan produk dan layanan dari brand Anda, melihat billboard di jalan, berbicara dengan salespeople di telepon, bahkan hingga komentar-komentar yang beredardi internet mengenai produk/layanan Anda.

Customer touch point bisa terjadi kapanpun dan dimanapun, oleh karena itu harus Anda pertimbangkan dengan baik. Peristiwa ini bisa terjadi baik sebelum pembelian (pre-purchase), saat pembelian (purchase), maupun setelah pembelian (post-purchase). Langkah yang pertama kali harus dilakukan adalah identifikasi seluruh customer touch point.

Pre-Purchase
Sebelum pelanggan melakukan pembelian, maka terdapat tiga kategori utama customer touch point, mulai dari perangkat komunikasi yang dikelola, perangkat komunikasi yang tidak dikelola, hingga sales representative.

Perangkat komunikasi yang dikelola antara lain adalah iklan, aktivitas Public Relations, website, brosur, flyer, sponsorship, dan sebagainya.

Perangkat komunikasi yang tidak dikelola antara lain berita, opini media massa, surat pembaca, word of mouth, search engine di internet, hingga berbagai komentar di internet seperti pada blog, forum, dan lainnya.

Sales representative meliputi salespeople, kartu nama, penampilan salespeople, kendaraan, email, gaya bahasa, hingga perilaku dan lainnya.

Purchase
Customer touch point waktu pembelian terjadi ketika konsumen berada di lokasi, diantaranya adalah toko ritel, situs e-commerce, keranjang belanja, daftar harga, kemasan produk, hingga konfirmasi pesanan lewat fax/email/telepon.

Selain itu, terdapat pula customer touch point pada saat delivery, yakni mulai dari kendaraan kurir, supir, tracking pesanan secara digital, dan sebagainya.

Selanjutnya, yakni pengalaman konsumen ketika menggunakan produk/layanan Anda. Selain pengalaman dalam menggunakan manfaat produk/layanan tersebut, touch point juga terdapat pada pengalaman emosional.

Post-Purchase
Kemudian, customer touch point lainnya juga terjadi setelah pembelian, misalnya berupa invoice, baik secara elektronik (email/website) maupun pos. Selanjutnya customer touch point pada after sales service juga punya peran yang besar, terutama dalam mempertahankan pelanggan dan meningkatkan loyalitas mereka.

Demikian adalah identifikasi customer touch point. Dalam artikel selanjutnya, kita akan membahas mengenai bagaimana cara mengoptimalkan customer touch point sebagai alat branding.
»»  Baca Selanjutnya...
(Managementfile - Sales & Marketing) - Pernahkah Anda memprospek seseorang, yang Anda begitu yakin akan membeli, namun ternyata berubah pikiran dan tidak jadi membeli? Hal ini mungkin disebabkan karena pendekatan penjualan yang Anda terapkan tidak sesuai dengan mereka.

Menurut riset di bidang psikologi, secara garis besar manusia terdiri dari empat gaya temperamen yang berbeda. Gaya ini ditentukan secara genetic, tidak ada hubungannya dengan tanggal lahir, astrologi, gender, maupun pengalamannya di masa kecil. Setiap tipe behavioral membutuhkan pendekatan dan strategi selling yang berbeda.

Berikut ini adalah empat tipe temperamen versi Hippocrates, dan bagaimana pendekatan penjualan yang tepat bagi masing-masing temperamen.

Aggresive
Mereka yang bertipe Aggressive atau Worker menyukai gaya presentasi yang cepat dan to-the-point. Mereka berharap supaya Anda datang tepat waktu dan mempersiapkan segalanya dengan baik. Dengan mereka, sebaiknya Anda menghindari basa-basi, dan langsung masuk ke bisnis. Pada umumnya, mereka juga cepat dalam mengambil keputusan. Mereka berfokus kepada hasil, sehingga kunci ketika Anda melakukan presentasi kepada mereka adalah: hasil, speed, dan control. Beri mereka opsi supaya mereka tetap memiliki kontrol.

Expressive
Mereka yang bertipe ekspresif menyukai gaya presentasi yang cepat dan penuh antusias. Dengan mereka, Anda bisa berbasa-basi dan tidak perlu terburu-buru. Mereka bisa menjadi pembeli yang impulsive dan cenderung cepat dalam mengambil keputusan. Kunci dalam menjual kepada mereka dengan tipe ekspresif adalah dengan berfokus pada presentasi dan memberi kesempatan pada mereka untuk mengekspresikan perasaannya. Dalam melakukan presentasi, beri garis besar saja, jangan terlalu detail. Gunakan gambar ataupun grafik dalam presentasi Anda.

Passive
Kelemahan utama mereka adalah 'self-esteem management'. Mereka yang bertipe ini menyukai gaya presentasi yang lambat dan tidak terburu-buru. Mereka akan mengizinkan Anda untuk berbasa-basi sebelum masuk ke bisnis. Mereka pada umumnya sensitive terhadap konflik dan tekanan penjualan, sehingga jangan bersikap menekan pada mereka. Kunci menjual kepada mereka adalah keluarga, service serta harmoni. Untuk berhasil menjual kepada mereka, maka Anda harus meyakinkan mereka, karena pada umumnya mereka tidak suka mengambil keputusan.

Analytical
Mereka yang bertipe 'Analytical' cenderung menginginkan presentasi yang lambat dengan informasi yang mendetail. Mereka bersikap skeptis, sehingga butuh waktu untuk menganalisa informasi yang didapatkannya, sehingga dapat mengambil keputusan dengan tepat. Untuk menjual kepada mereka, kuncinya adalah beri mereka keyakinan dengan menghadirkan informasi, fakta, serta jaminan.

Sehingga, ketika pertama kali Anda akan melakukan proses penjualan, identifikasi terlebih dulu temperamen dari prospek mereka. Jika Anda sudah mempelajari temperamen prospek, maka Anda dapat menyesuaikan proses penjualan dengan temperamen mereka, dan meningkatkan peluang terjadinya penjualan.
»»  Baca Selanjutnya...
(Managementfile - Sales & Marketing) Apa yang ada dalam fikiran kita ketika mendengar kata brand atau merek? Saya yakin dalam beberapa detik akan muncul di kepala kita sekian puluh kata atau imajinasi yang muncul yang memiliki kedekatan asosiasi dengan kata brand atau merek. Nama perusahaan besar, korporasi, periklanan, logo, dan sederet asosiasi lainnya akan muncul dibenak kita. Bisa juga kita mengingat seorang pribadi dengan ciri khas atau keunikan yang dimilikinya, yang membuat orang tersebut mudah diingat, misalnya : lucu atau pintar, cantik, peduli orang lain, dsb. Ini dinamakan personal branding.

Branding atau sering juga disebut sebagai brand building banyak dikaitkan dengan upaya sebuah perusahaan untuk membangun image. Image yang dimaksud tentunya harus memiliki manfaat di dalam memberikan sebuah persepsi tertentu yang umumnya bersifat positif. Kekuatan branding yang luar biasa dapat sangat berpengaruh terhadap suksesnya bisnis sebuah perusahaan.

Apakah brand itu?

Brand lebih dari sekedar logo di kertas surat dan kartu nama bisnis. Brand lebih merupakan identitas korporat Anda. Brand yang efektif akan menggambarkan siapa Anda, apa yang Anda buat dan bagaimana membuatnya, sementara pada saat yang bersamaan juga menetapkan relevansi dan kredibilitas Anda dihadapan prospek klien atau konsumen.

Brand juga sesuatu yang tidak kasat mata. Bagaimana bisnis Anda dapat diterima oleh konsumen ? Jika brand Anda memiliki nilai penerimaan yang tinggi, maka Anda dapat menikmati banyak keuntungan dari persaingan. Kita sering melihat bagaimana orang rela merogoh sakunya untuk membeli barang bermerk tertentu meskipun harganya mahal. Nilai yang diterima adalah hasil dari promosi yang effektif sehingga memberikan kesadaran brand yang sangat tinggi.

Mengapa Diperlukan ?

1. Sebagai ciri khas yang membedakan (differentiation)
Alasan utama menciptakan brand Anda sendiri adalah untuk membedakan diri Anda dengan pesaing. Brand akan membantu konsumen untuk melihat keunikan yang Anda miliki, yang berbeda dengan pesaing Anda.
Website baru mudah sekali ditemukan. Begitu juga dengan usaha rumahan. Anda harus terus mencari cara yang membedakan Anda dengan pesaing. Brand Anda dapat melakukannya untuk Anda.

2. Pemasaran yang lebih efektif dan efisien
Alasan lain menciptakan brand sendiri adalah untuk sales force Anda (meskipun salah satu tenaga sales itu adalah Anda ) lebih efektif dan lebih efisien. Dengan memiliki Brand yang kuat di pasaran, sales force anda akan lebih mudah dalam memperkenalkan diri Anda, tidak perlu terlalu banyak waktu untuk menjelaskannya
Anda dapat menggunakan 100% waktu Anda untuk fokus pada penjualan daripada mengedukasi prospek mengenai bisnis Anda.

Manfaat lainnya adalah tenaga yang Anda keluarkan untuk meningkatkan kesadaran brand melalui promosi dan memasarkan brand pada pasar secara otomatis mentransfer produk dan jasa Anda. Jadi, sekalipun Anda mengiklankan brand Anda, secara tidak langsung Anda juga memasarkan produk dan jasa.

Bagaimana Menciptakan Brand ?
Brand harus dapat menggambarkan siapa Anda, apa produk Anda, dan bagaimana membuatnya. Ini harus dilakukan pada saat yang bersamaan untuk membangun relevansi dan kredibilitas dengan prospek klien Anda. Tidak perlu dikatakan lagi, ini merupakan hal yang sangat penting, jika Anda membangun merek Anda, dimana "diri Anda sendiri" memiliki pegangan yang kuat atas siapa Anda, apa yang Anda hasilkan, dan bagaimana membuatnya. Jika tidak, Anda tidak akan memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan pada orang lain, apalagi menetapkan relevansi dan kredibilitas Anda .

1. Tuliskan misi anda
Mari kita mulai dengan menciptakan pernyataan misi. Apa yang menjadi misi bisnis Anda ? Tentu saja Anda berbisnis untuk mendapatkan keuntungan. Namun menghasilkan keuntungan adalah produk dari keberhasilan bisnis. Fokuskan pada pemikiran bagaimana Anda akan mencapai keuntungan. Apa saja nilai-nilai inti Anda? Tempat yang baik untuk memikirkan misi adalah dengan menempatkan diri Anda di posisi konsumen. Letakkan diri Anda sebagai target market mereka.

Jika Anda telah menulis pernyataan misi, Anda dapat mulai memikirkan untuk menciptakan brand yang mendorong dan mendukung misi Anda. Anda dapat mulai memikirkan bisnis anda dengan istilah tersebut. Saat Anda menciptakan brand, Anda harus ingat baik-baik siapa, apa dan bagaimana, dan juga gunakan brand untuk menetapkan relevansi Anda pada target market dan membangun kredibilitas dengan pasar.

2. Jabarkan apa maknanya
Buatlah daftar fitur dan karakteristik kunci dari bisnis Anda, keuntungan kompetitif dan hal-hal lain yang membedakan Anda dengan pesaing. Gunakan contoh dan penjelasan yang mudah dipahami yang menunjukkan kehandalan produk maupun jasa yang Anda tawarkan.

3. Tentukan dan jabarkan target market Anda
Tentukan siapa atau pasar apa yang hendak Anda jangkau...Tentukan sasarannya !!

4. Identifikasikan elemen kunci bagi misi Anda
Apabila elemen-elemen kunci dari pernyataan misi Anda adalah kehandalan, biaya efektifitas dan layanan pelanggan. Maka buatlah daftar nama yang menyatakan elemen-elemen tersebut. Jangan batasi diri Anda dengan kata-kata nyata. Nama dengan dua pengertian atau padanan tentu saja memberikan arti yang sangat kuat terhadap sesuatu yang terkait dengan bisnis Anda.

5. Tag line yang mendukung pernyataan misi
Tag Line adalah semacam jargon yang menggambarkan keunggulan yang Anda miliki misalnya: "Memberikan dukungan finasial yang handal dengan layanan penuh 24 jam sehari 7 hari seminggu dengan harga yang terjangkau ".

Bagaimana Menggunakan Brand ?

1. Ciptakan logo untuk brand Anda
Logo bukanlah brand Anda, tapi logo harus dapat segera dikenali oleh konsumen. Dalam hal ini, logo Anda harus membantu menciptakan dan mendukung kesadaran orang terhadap merek anda.
Logo yang Anda ciptakan harus digunakan secara konsisten di berbagai media yang berbeda. Harus sesuai dengan kop surat korporat dan kartu nama, serta website. Apapun yang Anda hasilkan harus digunakan dengancara yang sama, gaya logo yang konsisten, dari waktu ke waktu, logo akan melekat pada brand Anda. Pengakuan dengan cepat adalah yang dicapai dalam tahap ini, jadi jangan menggunakan beberapa logo berbeda untuk tujuan yang berbeda.

2. Penggunaan nama perusahaan, logo dan tag line yang konsisten
Untuk menetapkan kesadaran brand, kebutuhan branding ini harus digunakan secara konsisten dan sering di setiap produk Anda, apakah surat ke klien, kartu bisnis, brosur, penawaran, penagihan, iklan, promosi, di website, di kantor pusat bisnis Anda dan pada produk. Jangan lupa untuk konsisten dengan penggunaan warna.

3. Memasarkan dan promosi brand Anda
Setelah menciptakan brand, Anda harus memasarkan dan mempromosikannya, sebagai tambahan untuk produk dan jasa Anda. Ini adalah bagaimana Anda menetapkan kredibilitas dan relevansi pada target market Anda. Anda akan melihat mengapa harus sesuai dengan pernyataan misi Anda. Jika pada saat yang bersamaan Anda menjual produk dan jasa , Anda juga mendorong brand Anda, maka brand akan searah dengan produk dan jasa Anda. Begitu juga sebaliknua .

Deskripsi brand yang tepat dan kesadaran brand yang tinggi diantara target market Anda, akan mempermudah Anda mengenalkan jenis produk dan jasa yang lebih luas ketika mereka dikembangkan tanpa memulai tahapan menjual siapa Anda, apa yang dihasilkan dan bagaimana melakukannya. Merek anda telah menjualnya untuk Anda. Pekerjaan Anda selanjutnya adalah menjual produk dan jasa Anda.
»»  Baca Selanjutnya...